TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐Ÿ’ฐ Ekonomi

Harga Minyak dan Diesel di Afrika Selatan Dijangka Turun Mendadak pada 1 Juli

Pemilik kendaraan di Afrika Selatan akan menikmati penurunan signifikan harga minyak dan diesel pada 1 Juli, didorong oleh penurunan harga minyak internasional dan penguatan rand, meskipun penghapusan pajak bahan bakar.

23 Jun 20263 minit baca10 tontonanWeb Editor
Harga Minyak dan Diesel di Afrika Selatan Dijangka Turun Mendadak pada 1 Juli

Imej: Foto: news24.com (Sumber Asal)

Harga Minyak dan Diesel di Afrika Selatan Dijangka Turun Mendadak pada 1 Juli

Pemilik kendaraan di Afrika Selatan dapat mengharapkan penurunan besar harga bahan bakar pada 1 Juli. Berdasarkan data terkini Central Energy Fund dan penghapusan pajak bahan bakar, penurunan harga diperkirakan sekitar R1,44 per liter untuk bensin 95 oktan, hingga R3 per liter untuk solar eceran, dan sekitar R5 per liter untuk parafin eceran.

Harga bensin dan solar di Afrika Selatan sebagian besar bergantung pada harga minyak internasional dan tingkat tukar rand, karena minyak diperdagangkan dalam dolar AS. Selama bulan lalu, minyak mentah Brent turun dari lebih $90 per tong menjadi di bawah $80 setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara, yang memungkinkan kapal tanker minyak keluar melalui Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir ini. Jalur air utama untuk ekspor bahan bakar ini ditutup sejak akhir Februari, yang menyebabkan lonjakan harga minyak dan mendorong Brent ke $116 pada April.

Setelah sebulan yang tidak menentu, rand diperdagangkan pada R16,45/$ pada pagi Senin, dibandingkan sekitar R16,30 pada awal Juni. Mata uang lokal baru-baru ini mengalami tekanan akibat ketidakpastian berkelanjutan mengenai kesepakatan damai serta harapan kenaikan suku bunga AS. Minggu lalu, dolar mendapat manfaat dari pertemuan Federal Reserve yang hawkish, di mana sembilan dari 19 pembuat kebijakan memprediksi kenaikan suku bunga menjelang akhir 2026.

Suku bunga AS yang lebih tinggi membuat dolar lebih menarik dibandingkan mata uang lain, termasuk rand. Data inflasi Afrika Selatan yang lebih rendah daripada perkiraan baru-baru ini menyebabkan pedagang menurunkan prediksi mereka untuk kenaikan suku bunga domestik tahun ini. Untungnya, harga bahan bakar global yang lebih rendah seharusnya masih melindungi pemilik kendaraan dari melemahnya rand dan penghapusan pajak bahan bakar, yang telah berlaku sejak April dan akan dihapus sepenuhnya pada Juli.

Secara ringkas, ini berarti bensin 95 oktan bisa menjadi sekitar R1,44 per liter lebih murah, sedangkan harga solar eceran dengan 0,05% sulfur akan turun sebanyak R2,60 per liter, dan solar eceran dengan 0,005% sulfur sebanyak R3 per liter. Tidak ada pajak yang dikenakan terhadap parafin, sehingga penurunan R5,13 per liter hanya akan berubah berdasarkan tingkat tukar dan harga bahan bakar internasional dalam empat hari mendatang.

Namun, harga ini masih bisa dipengaruhi oleh slate levy, yang memberi kompensasi kepada importir bahan bakar untuk kerugian selama bulan jika harga yang mereka bayar lebih tinggi daripada yang tercantum dalam harga bensin dan solar, yang ditetapkan pada awal bulan. Pajak ini dibayarkan secara retroaktif, artinya kenaikan Juli berkaitan dengan harga bahan bakar dua bulan sebelumnya, yaitu Mei. Pada Juni, slate levy sebesar R1,57 per liter dikenakan setelah rekening slate jatuh ke defisit R18 miliar pada April. Slate levy dikenakan ketika kerugian terkumpul melebihi R500 juta.

Harga bahan bakar Juli akan diumumkan menjelang 30 Juni dan akan berlaku mulai 1 Juli. Harga eceran bensin 95 oktan saat ini adalah R28,06 per liter di Gauteng dan R27,19 di pantai, keduanya merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Harga solar eceran dengan 0,05% sulfur adalah R27,93 per liter di Gauteng dan R27,05 per liter di pantai. Solar eceran melonjak ke harga rekor lebih dari R30 per liter pada Mei, tetapi turun sekitar R2,60 per liter pada Juni.

*Sumber asli: [news24.com](https://www.news24.com/business/climate-future/energy/big-petrol-and-diesel-price-cuts-coming-20260622-0608)*