TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🌍 Dunia

Serangan ke Pabrik Minyak Rusia: Ukraina Ganggu Pasokan Energi Moskow

Pabrik minyak di wilayah Moskow menjadi sasaran serangan Ukraina, memperburuk krisis bahan bakar di Rusia, sementara Presiden Zelenskyy berusaha mendapatkan dukungan internasional termasuk dari mantan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik.

18 Jun 20261 minit baca15 tontonanOleh Redaksi MeridianAl Jazeera
Serangan ke Pabrik Minyak Rusia: Ukraina Ganggu Pasokan Energi Moskow

Serangan Strategis terhadap Infrastruktur Energi

Menurut laporan Al Jazeera, sebuah pabrik minyak di wilayah Moskow telah diserang oleh pasukan Ukraina dalam operasi terbaru yang menargetkan infrastruktur energi Rusia. Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian tindakan berkelanjutan terhadap fasilitas pengolahan minyak di seluruh negara, yang menyebabkan gangguan signifikan terhadap pasokan bahan bakar lokal dan ekspor.

Dampak terhadap Sektor Energi Rusia

Target utama serangan termasuk pabrik-pabrik penting dalam rantai produksi diesel dan bensin. Akibatnya, beberapa wilayah di Rusia melaporkan kelangkaan bahan bakar dan peningkatan harga di stasiun pengisian bahan bakar. Ahli energi menghubungkan gangguan ini dengan penurunan kapasitas pengolahan sebesar 15-20 persen dalam beberapa minggu terakhir — ancaman serius terhadap ketahanan energi negara.

Konteks Diplomatik dan Upaya Perdamaian

Di tengah tekanan operasi militer, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terus menjalankan upaya diplomatik intensif. Laporan menyebut ia sedang berusaha membangun dukungan politik di kalangan pemimpin global, termasuk melalui dialog tidak resmi dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meskipun belum ada pengakuan resmi tentang pembicaraan khusus, fokus utamanya tetap pada mekanisme gencatan senjata dan jaminan keamanan jangka panjang bagi Ukraina.