TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🕌 Agama & Budaya

5 Hal Penting yang Perlu Anda Ketahui Sebelum 10 Muharram

Bulan Muharram bukan hanya awal tahun baru Islam—ia juga bulan penuh keistimewaan, terutama hari ke-10 atau 'Asyura. Ketahui apa yang istimewa tentang hari ini, amalan yang dianjurkan, dan kisah di balik peristiwa bersejarah.

21 Jun 20264 minit baca12 tontonanWeb Editor
5 Hal Penting yang Perlu Anda Ketahui Sebelum 10 Muharram

Imej: Imej AI: Alibaba Tongyi Wanxiang (wan2.2-t2i-flash)

Setiap kali kita memasuki bulan Muharram, ada satu tanggal yang dinantikan: 10 Muharram. Lebih dikenal sebagai Hari 'Asyura, hari ini menyimpan berbagai makna, baik dari segi sejarah, agama, maupun budaya. Bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk Malaysia dan Nusantara, 10 Muharram sering diisi dengan amalan puasa, sedekah, dan peringatan akan peristiwa besar. Tapi apa sebenarnya yang membuat hari ini begitu istimewa? Mari kita lihat lima hal penting yang perlu Anda ketahui.

1. Keutamaan Puasa 'Asyura

Puasa pada 10 Muharram adalah amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa hari 'Asyura, aku berharap kepada Allah agar ia menghapuskan dosa setahun yang lalu." (Riwayat Muslim). Namun, kebanyakan ulama menyarankan untuk menambah puasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya (9 dan 11 Muharram) agar tidak sama dengan amalan orang Yahudi. Puasa ini bukan wajib, tetapi pahalanya sangat besar. Bayangkan, hanya dengan satu hari berpuasa, dosa setahun bisa diampuni.

2. Peristiwa Bersejarah di Balik 10 Muharram

10 Muharram bukan hanya soal pahala puasa. Ia juga mengingatkan kita kepada beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam. Di antaranya:

  • Kisah Nabi Musa AS: Menurut riwayat, pada hari ini Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israel dari kejaran Firaun. Sebagai tanda syukur, Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut, dan Rasulullah SAW kemudian menganjurkan umatnya untuk ikut berpuasa.
  • Peristiwa Karbala: Bagi umat Islam Syiah, 10 Muharram adalah hari berkabung atas syahidnya cucu Rasulullah, Imam Husain bin Ali, beserta keluarganya di Padang Karbala. Peristiwa ini menjadi simbol perjuangan melawan kezaliman dan sering diperingati dengan majlis ta'ziah dan ratapan.
Dua peristiwa ini—satu penuh kegembiraan, satu lagi penuh duka—menunjukkan bagaimana 'Asyura menjadi hari yang kompleks dalam tradisi Islam.

3. Amalan-Amalan Sunnah Selain Puasa

Selain puasa, ada beberapa amalan lain yang dianjurkan pada 10 Muharram. Di antaranya:

  • Memperbanyak Sedekah: Memberi makan kepada fakir miskin atau anak yatim. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa orang yang meluaskan belanja kepada keluarganya pada hari 'Asyura akan mendapat keberkatan rezeki sepanjang tahun.
  • Melakukan Amal Kebaikan Lain: Seperti solat sunnah, membaca al-Quran, dan zikir. Meskipun tidak ada ibadah khusus selain puasa, hari ini tetap menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
  • Mandi Sunnah: Ada juga amalan mandi pada hari 'Asyura yang dianggap sunnah oleh sebagian ulama, meskipun tidak ada dalil yang kuat. Jadi, hati-hati dalam mengamalkan sesuatu yang sumbernya tidak jelas.

4. Peringatan untuk Tidak Melampaui Batas

Setiap kali menjelang 10 Muharram, kita sering terpapar berbagai amalan yang dikatakan "sunnah" atau "bidah". Penting bagi kita merujuk kepada sumber yang sahih. Sebagai contoh, amalan seperti memukul dada, melukai diri, atau berkabung secara berlebihan tidak dianjurkan dalam Islam dan bahkan dilarang karena menyerupai amalan jahiliyah. Fokuslah pada amalan yang jelas dalilnya, seperti puasa dan sedekah. Jangan sampai semangat menyambut 'Asyura membawa kita kepada perkara yang bertentangan dengan syariat.

5. Keragaman Perayaan di Nusantara

Di Malaysia, Indonesia, dan daerah Nusantara, 10 Muharram juga dirayakan dengan cara yang unik. Beberapa tradisi yang terkenal:

  • Bubur Asyura: Hidangan istimewa berupa bubur yang dimasak dengan berbagai bahan seperti sayur-sayuran dan daging, lalu dibagikan kepada tetangga dan fakir miskin. Tradisi ini melambangkan rasa syukur dan kebersamaan.
  • Majlis Bacaan Yasin dan Tahlil: Banyak masjid dan surau mengadakan bacaan Yasin serta tahlil khusus pada malam 10 Muharram, diikuti dengan ceramah agama.
  • Pawai dan Kirab: Di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jawa, ada tradisi pawai obor atau kirab budaya yang menggabungkan unsur Islam dan lokal. Namun, pastikan elemen-elemen tersebut tidak bertentangan dengan aqidah.

Penutup

10 Muharram bukan sekadar tanggal merah di kalender. Ia adalah hari yang penuh dengan pelajaran: tentang rasa syukur, pengorbanan, dan keadilan. Meskipun kita dianjurkan untuk berpuasa dan bersedekah, jangan lupa untuk memahami pesan di balik peristiwa 'Asyura—baik dari kisah Nabi Musa maupun tragedi Karbala. Manfaatkan kesempatan ini untuk muhasabah diri dan memperbaiki amalan. Semoga kita semua mendapatkan keberkatan dan pengampunan di hari yang mulia ini.