TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🔬 Sains & Teknologi

BumiTrust Menang Penghargaan Inovasi DST dengan Platform Pertanian Pintar Berbasis AI

Tim BumiTrust memenangkan Penghargaan Inovasi DST edisi ke-4 melalui platform pertanian pintar berbasis kecerdasan buatan yang memantau kualitas tanah secara real-time dan menerbitkan sertifikat digital untuk hasil tanaman. Inovasi ini bertujuan meningkatkan hasil petani lokal, kepercayaan pasar, dan ketahanan pangan Brunei. Program Catalyst — inkubator enam minggu untuk pengusaha muda dan mahasiswa — menjadi wadah lahirnya proyek tersebut.

20 Jun 20263 minit baca9 tontonanOleh Rajesh KumarThe Scoop
PositifDisemak silang 2 model · 72
Baca 30 saat
  • BumiTrust menang Anugerah Inovasi DST edisi ke-4
  • Platform Pertanian Pintar berbasis AI memantau kualiti tanah secara masa nyata
  • Inovasi meningkatkan hasil petani tempatan dan ketahanan makanan Brunei
BumiTrust Menang Penghargaan Inovasi DST dengan Platform Pertanian Pintar Berbasis AI
BANDAR SERI BEGAWAN – Tepuk tangan menggema di Ruang Plenari Balai Khazanah Islam Sultan Haji Hassanal Bolkiah pada 25 Mei 2026. Di hadapan juri dan penonton, tujuh tim finalis menunggu nama pemenang Penghargaan Inovasi DST (DSTIA) edisi ke-4. Mereka hanya perlu menunggu sebentar. Nama itu: *BumiTrust*.

"Kami tidak menyangka! Ini luar biasa," kata Amirul Hakim, Ketua Tim BumiTrust, sambil memegang hadiah senilai $5.000 dan bimbingan bisnis selama enam bulan.

Enam Minggu yang Mengubah Arah

Penghargaan ini adalah puncak dari Program Catalyst Cycle 4 — inkubator usaha intensif oleh Datastream Digital (DST) melalui DST InnoLab. Delapan tim dari institusi pendidikan tinggi Brunei bersaing dalam workshop teknis, sesi mentoring mendalam, dan presentasi bertingkat. Semuanya fokus pada satu tujuan: menciptakan solusi teknologi untuk masalah lokal.

"Kami mencari ide yang bukan hanya canggih, tapi benar-benar menyentuh kehidupan rakyat—terutama di sektor pertanian, yang masih mengimpor 70% kebutuhan pangan," tegas Ketua Eksekutif DST, Awang Zainal Abidin, dalam pidato pembukaannya.

Tanah yang Berbicara, Hasil yang Terjamin

BumiTrust membangun platform Pertanian Pintar berbasis AI dan IoT. Sensor ditempatkan di ladang mengirim data real-time tentang kelembapan tanah, pH, dan kandungan nutrisi. Algoritma pembelajaran mesin menganalisisnya—lalu memberi rekomendasi pemupukan yang tepat, bukan tebak-tebakan.

Yang lebih unik: sistem ini menghasilkan sertifikat digital otomatis untuk setiap hasil panen. Sertifikat itu bukan sekadar dokumen. Ia membuktikan bahwa sayur atau buah itu diproduksi dalam parameter keamanan dan kualitas tertentu.

"Dengan sertifikat ini, petani bisa menjual langsung ke hotel lima bintang atau supermarket besar—bukan hanya di pasar malam dengan harga rendah," jelas Amirul.

Petani Sejati, Dampak Nyata

Haji Damit, petani sayuran dari Kampung Junjongan, sudah mencoba platform tersebut. "Saya menjual sawi dan kangkung di pasar malam selama 22 tahun. Sekarang, dengan sertifikat ini, saya bisa mendapatkan kontrak tetap dari dua restoran di Bandar Seri Begawan," katanya.

Analisis awal menunjukkan peningkatan hasil hingga 20%, dan pengurangan penggunaan pupuk hingga 30%. Jika skala diperluas, inovasi ini bukan sekadar alat—ia menjadi jembatan antara petani kecil dan rantai pasok modern.

Jalan Masih Panjang, Langkah Sudah Dimulai

Tidak semua ladang di Brunei memiliki akses internet cepat. Tidak semua petani berusia 60-an nyaman dengan aplikasi ponsel. Dan sensor IoT masih mahal untuk skala kecil.

"Kami sedang berdiskusi dengan Kementerian Sumber Daya dan Pariwisata untuk program subsidi sensor dan pelatihan teknis di tingkat desa," kata Amirul.

DST InnoLab juga berkomitmen menjadikan DSTIA sebagai *platform tahunan*, bukan sekadar kompetisi. "Kami ingin setiap tahun lahir pengusaha teknologi yang fokus pada isu Brunei—bukan meniru model asing," ujar Manajer DST InnoLab, Dayang Norazlin.

Di Luar Pertanian: EduConnect dan MediVault

EduConnect—aplikasi pembelajaran adaptif untuk siswa berkebutuhan khusus—meraih posisi kedua. MediVault—sistem rekam medis berbasis blockchain—mendapat posisi ketiga. Keduanya menerima hadiah $2.500 dan $1.500.

"Setiap peserta sudah menang karena berani mencoba, gagal, dan bangkit kembali—dalam waktu enam minggu," kata Profesor Madya Dr. Noor Azam dari Universitas Brunei Darussalam, salah satu juri.

Bukan Sekadar Juara, Tapi Pemula Perubahan

Keberhasilan BumiTrust bukan soal trofi. Ia bukti bahwa anak muda Brunei bisa menciptakan teknologi yang relevan—bukan hanya menggunakannya.

"Kami ingin melihat BumiTrust bukan hanya juara kompetisi, tetapi menjadi perusahaan yang mengubah wajah pertanian negara," tegas Awang Zainal.

Amirul dan timnya kini sedang menguji platform di Temburong dan Belait. Rencana selanjutnya? Menjangkau Sabah dan Sarawak—bukan sebagai ekspor teknologi, tetapi sebagai kolaborasi antar komunitas pertanian.

"Ini baru permulaan. Kami ingin bawa hasil Brunei ke panggung internasional—bukan sebagai barang impor, tapi sebagai produk yang dipercaya," katanya.

Penghargaan Inovasi DST edisi ke-5 akan dibuka tahun depan dengan kategori baru: ketahanan iklim, ekonomi biru, dan teknologi inklusif. Siapa tahu—inovasi berikutnya mungkin lahir dari seorang mahasiswa yang membaca laporan ini di kafe kampus esok pagi?