Dua Penipu '碰瓷' Di Hukum Di Hong Kong
Seorang sopir pria dan seorang penumpang wanita dihukum di Pengadilan Distrik Hong Kong setelah mengakui bersalah atas berbagai tuduhan penipuan yang melibatkan taktik '碰瓷' (menabrak sengaja). Tersangka, Zhao Kangsheng (24 tahun) dan Tan Shiying (22 tahun), telah menipu pengemudi lain dengan sengaja menabrak kendaraan mereka antara November 2023 dan April 2024, lalu pura-pura cedera untuk menuntut ganti rugi keuangan antara beberapa ribu hingga puluhan ribu dolar Hong Kong.
Menurut laporan, pasangan ini menggunakan seorang siswa sekolah menengah sebagai penumpang yang pura-pura cedera dalam beberapa insiden. Mereka juga mengancam akan mengambil tindakan hukum untuk memaksa korban membayar. Secara keseluruhan, mereka menipu 13 pengemudi yang tidak bersalah dan menyebabkan kerugian sebesar HK$50.000.
Hukuman Tersangka Pria
Hakim Sementara Chan Wing-ho, saat menjatuhkan hukuman pada 22 Juni 2025, mengkritik keras tindakan Zhao Kangsheng. Beliau menyebut tersangka pria sebagai 'penjahat preman' yang menggunakan taktik 'preman' dan 'tidak bertanggung jawab'. Hakim menekankan bahwa Zhao telah menggunakan remaja muda untuk melakukan kejahatan dan bahkan memberitahu rekan sejawatnya bahwa mereka akan mendapatkan 'kesempatan baik' untuk menabrak korban. Kejahatan ini berlangsung selama enam bulan dan melibatkan jumlah uang yang besar.
Hakim Chan berkata, 'Tersangka pria menggunakan polisi dan remaja untuk mencapai tujuan penipuannya. Dia memulai proses hukum untuk memaksa korban tunduk. Metodenya sangat keji dan menjijikkan.' Beliau menjatuhkan hukuman penjara 31 bulan terhadap Zhao, yang sebelumnya mengakui bersalah atas 13 dari 17 tuduhan, termasuk penipuan, konspirasi penipuan, dan upaya penipuan. Empat tuduhan lain ditarik oleh pengadilan.
Hukuman Tersangka Wanita
Untuk Tan Shiying, hakim mempertimbangkan laporan layanan sosial yang positif. Beliau menemukan bahwa Tan telah dieksploitasi oleh tersangka pria dan tidak memiliki kekuatan untuk menolak permintaannya. Hakim menyebutnya sebagai 'tidak jahat secara dasar' dan 'naif', serta mencatat bahwa dia telah membayar ganti rugi sebesar HK$12.000 kepada satu korban. Oleh karena itu, Tan dihukum 220 jam layanan komunitas. Dia mengakui bersalah atas satu tuduhan konspirasi penipuan.
Implikasi Kasus
Kasus ini menyoroti bahaya penipuan '碰瓷' di jalan raya, di mana penjahat sengaja menyebabkan kecelakaan untuk memeras uang dari pengemudi yang tidak bersalah. Otoritas Hong Kong telah meningkatkan usaha untuk menindak kejahatan semacam ini, dan kasus ini menjadi peringatan bagi mereka yang terlibat dalam aktivitas penipuan seperti itu.
Kedua tersangka ditangkap setelah penyelidikan polisi, dan mereka dituduh pada tahun 2025. Putusan pengadilan ini diharapkan dapat memberikan keadilan kepada korban dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
---
*Sumber asli: [wenweipo.com](https://www.wenweipo.com/a/202606/22/AP6a392e95e4b0b49ad1c0618d.html)*
