TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🌍 Dunia

Hegseth Memuji Kemajuan Pertahanan NATO, Menekankan Perlu Lebih Usaha

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memuji kemajuan sekutu NATO dalam memenuhi komitmen pengeluaran pertahanan, tetapi menegaskan sebagian negara masih perlu meningkatkan usaha secara jujur dan terbuka.

18 Jun 20261 minit baca10 tontonanOleh Redaksi MeridianDawn (Pakistan)
Hegseth Memuji Kemajuan Pertahanan NATO, Menekankan Perlu Lebih Usaha

Imej: Imej: Caerwine at English Wikipedia (BY-SA) via Openverse

Pujian Berimbang untuk Sekutu NATO

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, memberikan penilaian berimbang terhadap kemajuan sekutu dalam Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) selama rapat menteri-menteri pertahanan di Brussels. Dalam pernyataannya pada Kamis, Hegseth mengakui bahwa banyak negara telah melaksanakan komitmennya untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan—satu isu utama yang sering ditekankan oleh pemerintahan AS.

Kejujuran Antara Sekutu

Namun, ia juga menegaskan bahwa beberapa negara anggota masih perlu "melakukan lebih banyak". Hegseth menekankan pendekatan terbuka dan jujur dalam hubungan sekutu, dengan menyatakan: "Banyak negara sedang menjalankan komitmennya, tetapi ada yang masih perlu melakukan lebih banyak—dan kita akan bersikap jujur mengenainya, baik secara rahasia maupun umum." Ia menambah bahwa kejujuran antara rekan adalah elemen penting dalam kerja sama keamanan multilateral.

Persiapan untuk Konferensi Puncak AS-Eropa

Nada positif dan kolaboratif Hegseth diharapkan memberikan keyakinan kepada sekutu di Eropa menjelang konferensi puncak antara Presiden AS dan pemimpin NATO pada bulan depan. Rapat ini diharapkan menjadi platform untuk memperkuat komitmen bersama terhadap keamanan kolektif, khususnya dalam konteks tantangan geopolitik saat ini yang memerlukan koordinasi militer dan strategis yang lebih kuat.