TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
Olahraga

Jackson Irvine Tidak Menyayangi Paraguay Setelah Kartu Merah Sejarah Almirón

Jackson Irvine, pemain tengah dan kapten Australia, sepenuhnya mendukung kartu merah langsung yang diberikan kepada Miguel Almirón dari Paraguay akibat menutup mulut ketika berbicara dengan petugas dalam pertandingan melawan Turki — pelanggaran pertama di Piala Dunia 2026 berdasarkan aturan baru FIFA. Insiden ini memposisikan Australia dan Paraguay dalam pertarungan hidup-mati pada Kamis di Stadion San Francisco Bay Area untuk merebut tempat kedua Grup D.

21 Jun 20263 minit baca36 tontonanOleh Redaksi MeridianFIFA World Cup 2026
NeutralDisemak silang 2 model · 62
Baca 30 saat
  • Jackson Irvine tidak menyokong Paraguay selepas Miguel Almirón dikeluarkan dengan kad merah dalam perlawanan menentang Turki.
  • Peraturan baharu FIFA melarang tindakan menutup mulut semasa bercakap di khalayak ramai.
  • Australia dan Paraguay akan bertanding untuk tempat kedua Kumpulan D dalam Piala Dunia 2026.
Jackson Irvine Tidak Menyayangi Paraguay Setelah Kartu Merah Sejarah Almirón

Jackson Irvine, pemain tengah dan kapten timnas Australia, menyatakan tidak memiliki simpati terhadap Paraguay setelah Miguel Almirón menerima kartu merah langsung karena menutup mulut saat berbicara dengan petugas pertandingan dalam bentrok melawan Turki di Piala Dunia FIFA 2026. Keputusan tersebut, yang didasarkan pada aturan baru FIFA, menjadi yang pertama dalam sejarah turnamen dan memicu debat luas—namun Irvine menegaskan bahwa aturan harus ditegakkan tanpa kompromi demi menjaga integritas olahraga.

Aturan Baru FIFA: Menutup Mulut Bukan Lagi Tindakan Biasa

FIFA mengenalkan larangan eksplisit terhadap tindakan menutup mulut saat berbicara di depan umum sebagai bagian dari upaya mengatasi komunikasi terselubung yang bisa mengganggu keadilan pertandingan. Langkah ini muncul setelah beberapa insiden sebelumnya, termasuk penggunaan gestur tersebut untuk menyembunyikan kata-kata dari kamera atau petugas. Almirón dikeluarkan pada menit ke-34 pertandingan melawan Turki—saat Paraguay tertinggal 0–2—setelah petugas melihatnya menutup mulut saat berbincang dengan pelatih di pinggir lapangan. Wasit menganggap tindakan itu sebagai pelanggaran langsung, bukan peringatan atau kartu kuning.

Australia vs Paraguay: Pertarungan Hidup-Mati di San Francisco

Pertandingan antara Australia dan Paraguay pada 25 Juni 2026 di Stadion San Francisco Bay Area akan menentukan tim kedua Grup D yang lolos ke babak gugur. Turki sudah melaju sebagai juara grup dengan enam poin. Australia berada di posisi kedua dengan empat poin, sementara Paraguay berada di urutan ketiga dengan tiga poin. Jika Australia menang atau imbang, mereka otomatis melaju. Jika kalah, mereka bergantung pada hasil delapan tim peringkat ketiga terbaik. Paraguay hanya bisa melaju jika menang—dan tanpa Almirón, yang dihukum satu pertandingan.

Klasemen Grup D: Keunggulan Australia, Tekanan Paraguay

Klasemen saat ini Grup D menunjukkan Turki di puncak (6 poin), diikuti Australia (4 poin, selisih gol +1), dan Paraguay (3 poin, selisih gol –2). Format Piala Dunia 2026 memungkinkan delapan tim peringkat ketiga terbaik melaju ke babak 16—tetapi peluang Paraguay lebih sempit karena mereka harus menunggu hasil grup lain *dan* memiliki selisih gol yang lemah. Australia memiliki margin keselamatan yang lebih besar, baik dari segi poin maupun selisih gol.

Reaksi Pemain dan Pandangan Pakar

Irvine menegaskan bahwa aturan FIFA jelas: 'Jika kamu menutup mulut di hadapan petugas, kamu tahu risikonya.' Ia menolak argumen bahwa tindakan Almirón tidak disengaja atau bersifat emosional. Di kalangan pengamat internasional, reaksi terbagi—sebagian memuji tegasnya FIFA dalam menjaga disiplin, sebagian lagi mengkritik hukuman itu sebagai tidak proporsional. Namun, tidak ada sumber resmi yang menyarankan perubahan atau pengecualian terhadap aturan ini sepanjang turnamen.

Apa Selanjutnya?

Australia dan Paraguay kini melakukan persiapan akhir dengan fokus ketat pada disiplin taktikal dan kontrol emosi. Pertandingan Kamis bukan sekadar ujian keterampilan, tetapi juga ujian pemahaman terhadap aturan baru yang mungkin menentukan nasib tim di panggung dunia. Bagi FIFA, insiden Almirón menjadi ujian nyata—dan pertama—tentang efektivitas pendekatan baru terhadap perilaku pemain di lapangan.