Sejak pagi, aroma durian matang dan ketan kukus mengisi udara sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Di bawah langit cerah, sebuah meja panjang 1.000 meter dipenuhi Kue Ketan Talam Durian: lapisan ketan putih dan hijau pandan yang lembut, disiram saus durian kental berwarna kuning keemasan. Ribuan warga berdiri berjejar, anak-anak berlari-lari kecil sambil menunggu potongan gratis. "Ini luar biasa — pertama kali saya lihat kue sepanjang ini," kata Siti, ibu rumah tangga dari Tenayan Raya, sambil memegang piring kecil berisi dua potong.
Peristiwa itu bukan sekadar tontonan. Dalam acara yang sama, Pemerintah Kota Pekanbaru secara resmi menetapkan Kue Ketan Talam Durian sebagai ikon kuliner daerah. Penetapan tertuang dalam Peraturan Wali Kota Pekanbaru Nomor 123 Tahun 2025, yang ditandatangani sehari sebelum pelaksanaan rekor. Dengan demikian, kue ini bukan lagi sekadar makanan populer — melainkan identitas kuliner resmi yang membedakan Pekanbaru di antara kota-kota Sumatera.
Asal-usul dan proses pembuatan kue raksasa
Kue Ketan Talam Durian lahir dari adaptasi tradisi Melayu Riau. Versi aslinya — ketan talam dengan kuah santan — telah dikenal puluhan tahun lalu. Variasi durian muncul belakangan, menyatukan kekhasan buah lokal dengan tekstur ketan yang kenyal. "Resep ini turun-temurun. Kami hanya menyesuaikan proporsi dan teknik memasak agar cocok untuk skala besar dan selera generasi muda," ujar Chef Roni, salah satu perancang menu dan koordinator produksi kue raksasa itu.
Pembuatan kue sepanjang 1 kilometer memakan waktu tiga hari penuh. Dua ratus orang dari komunitas kuliner, mahasiswa vokasi, dan relawan PKK terlibat — mulai dari pengukusan ketan, pemrosesan daging durian segar, hingga penyusunan lapisan di atas meja. Bahan utamanya: 5 ton ketan lokal, 3 ton durian varietas Petaling dan Musang King hasil panen petani Pekanbaru dan Kampar, serta 1.200 butir telur untuk penguat struktur saus. Setiap segmen 50 meter dimasak bergilir agar suhu dan kelembapan tetap stabil — menjaga keutuhan rasa hingga acara berakhir.
Dorong pariwisata dan ekonomi kreatif
Penetapan ikon kuliner ini dirancang sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pekanbaru Ahmad Fauzi, liputan media nasional dan internasional pasca-rekor MURI telah meningkatkan *search volume* kata kunci "Pekanbaru durian" sebesar 210% dalam seminggu. "Target kami adalah peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 15% tahun ini, khususnya dari Malaysia dan Singapura — dua pasar utama yang sudah akrab dengan durian Indonesia," katanya.
Dampak langsung terlihat pada UMKM. Toko-toko kue di Sukajadi dan Sail kini memasukkan varian Ketan Talam Durian ke dalam menu tetap. Harga eceran berkisar Rp20.000–Rp30.000 per potong, tergantung tambahan topping seperti keju atau kacang sangrai. Sejumlah toko oleh-oleh di Bandara Sultan Syarif Kasim II bahkan telah memesan 500–1.000 bungkus per minggu untuk stok Lebaran.
Dukungan warga dan langkah strategis ke depan
Antusiasme warga tidak hanya terlihat di lokasi acara. Di media sosial, tagar #KetanTalamDurianPekanbaru viral selama 48 jam, dengan lebih dari 12.000 unggahan — mayoritas dari warga lokal yang memamerkan kreasi rumahan atau foto saat mencicipi kue raksasa.
"Sudah saatnya kuliner kita diakui. Selama ini orang lebih kenal rendang atau pempek. Sekarang, ketan talam durian juga bisa mendunia," kata Rina, mahasiswi Universitas Riau, yang ikut antre sejak pukul 06.00.
Pemerintah kota berencana menggelar Festival Durian Nasional setiap Oktober, dengan Kue Ketan Talam Durian sebagai menu inti. Pusat oleh-oleh khusus akan dibangun di kawasan Senapelan — pusat sejarah Melayu di Pekanbaru — lengkap dengan ruang edukasi proses pembuatan dan galeri varietas durian lokal.
Tantangan utama ke depan adalah ketersediaan bahan baku. Durian Pekanbaru memang terkenal legit dan berdaging tebal, namun panennya bersifat musiman — puncaknya antara April hingga Juli. Untuk mengatasinya, Pemkot telah meluncurkan program *Durian Berkelanjutan*: penanaman 5.000 pohon durian di lahan tidur di Kecamatan Tampan dan Rumbai, serta pelatihan pengolahan durian beku dan puree bagi petani. Dengan langkah-langkah konkret ini, Kue Ketan Talam Durian siap menjadi duta kuliner yang membawa nama Pekanbaru ke tingkat nasional — bukan sekadar sebagai makanan, tapi sebagai bagian dari narasi pembangunan daerah.