TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🛸 Berita Aneh

Kumbang Bercahaya di Jepang Mulai 'Menyanyi' dengan Menggetarkan Sayap dalam Gelap

Para ilmuwan menemukan spesies kumbang bercahaya baru di hutan pegunungan Jepang yang tidak hanya memancarkan cahaya biru kehijauan, tetapi juga menghasilkan frekuensi getaran audibel mirip nyanyian lembut saat bercahaya — fenomena pertama kali direkam dalam dunia entomologi.

18 Jun 20261 minit baca8 tontonanOleh Redaksi MeridianMeridian Dunia
Kumbang Bercahaya di Jepang Mulai 'Menyanyi' dengan Menggetarkan Sayap dalam Gelap

Penemuan Tak Terduga di Hutan Fuji

Di kawasan hutan primer dekat lereng Gunung Fuji, para ahli biologi kemarin menangkap rekaman audio dan visual aneh: kumpulan kumbang kecil berukuran 8 mm tampak 'bernyanyi' sambil bercahaya dalam gelap. Kumbang ini, diberi nama sementara *Lucioloides sonorus*, menghasilkan cahaya bioluminesen sekaligus getaran sayap pada frekuensi 21–23 Hz — cukup rendah untuk didengar manusia sebagai desisan melodius, seperti suara seruling bambu mini.

Ilmuwan Terkejut: Cahaya dan Bunyi Berlaku Serentak

Tim peneliti dari Institut Bioakustik Kyoto memastikan bahwa kedua fenomena tersebut bukan kebetulan. Analisis mikro-sensor menunjukkan bahwa pelepasan luciferin (bahan kimia pemicu cahaya) berkorelasi langsung dengan pola getaran otot sayap. Ini menandai mekanisme fisiologi unik di mana sistem penghasil cahaya dan sistem motorik bersatu — sesuatu yang belum pernah dilihat pada sembarang artropoda sebelumnya.

Tidak Berbahaya, Tidak Menyerang, dan Sudah Dianggap Ikon Lokal

Kumbang ini benar-benar ramah: tidak menggigit, tidak menyebarkan penyakit, dan hanya aktif selama 45 menit setelah senja. Penduduk setempat di desa Kawaguchiko telah memulai proyek 'Taman Nyanyian Malam', di mana para wisatawan dapat mendengar dan melihat pertunjukan alami ini secara bertanggung jawab. Pihak konservasi Jepang juga merekomendasikan area tersebut sebagai kawasan perlindungan mikro-ekosistem langka.