TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
Olahraga

Messi Ukir Rekor Gol Piala Dunia, Laga Prancis-Irak Dihentikan Badai di Philadelphia

Lionel Messi kini pemain terbanyak mencetak gol dalam sejarah Piala Dunia setelah mencatat lima gol dalam dua pertandingan awal Argentina — seluruhnya gol tim tersebut. Di Philadelphia, pertandingan Prancis melawan Irak ditunda akibat badai petir saat Prancis memimpin 3-0; pertandingan dilanjutkan dan berakhir dengan kemenangan yang sama. Podcast *World Cup Daily* mengulas kedua perkembangan tersebut.

23 Jun 20264 minit baca10 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaFIFA World Cup 2026
PositifDisemak silang 2 model · 62
Baca 30 saat
  • Lionel Messi mencatatkan lima gol dalam dua perlawanan Piala Dunia 2026, menjadikannya penjaring terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
  • Perlawanan Perancis vs Iraq di Philadelphia ditangguhkan selama 78 minit akibat ribut petir.
  • Podcast *World Cup Daily* memuji prestasi Messi sebagai luar biasa untuk usianya.
Messi Ukir Rekor Gol Piala Dunia, Laga Prancis-Irak Dihentikan Badai di Philadelphia

Imej: Imej: FIFA World Cup 2026

Messi Ukir Rekor Gol Terbanyak Sejarah Piala Dunia

Lionel Messi kini memegang rekor resmi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia — bukan sekadar dalam satu edisi, tetapi secara keseluruhan sejak turnamen ini dimulai pada 1930. Ia mencapai pencapaian itu setelah mencetak kelima gol Argentina dalam dua pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026: tiga gol ke gawang Arab Saudi dan dua lagi ke gawang Meksiko.

Dengan 24 gol keseluruhan (mengatasi Miroslav Klose yang memiliki 23), Messi tidak hanya melampaui legenda Jerman itu, tetapi juga Ronaldo Nazário (15) dan Gerd Müller (14). Yang lebih menonjol: semua lima gol Argentina sejauh ini datang dari kaki Messi — tidak ada kontribusi gol dari pemain lain.

Panelis podcast *World Cup Daily*, termasuk Max Rushden, Barry Glendenning, Alexander Abnos dan Mark Langdon, menyifatkan performa ini sebagai ‘tidak biasa dalam konteks usia dan beban taktis’. Mereka menekankan bahwa Messi, kini berusia 37 tahun, terus menunjukkan ketepatan tembakan, pembacaan ruang, dan ketenangan di bawah tekanan — ciri-ciri yang jarang ditemukan pada tahap serupa di usia ini.

Laga Prancis-Irak Ditunda Akibat Badai Petir di Philadelphia

Pertandingan Grup D antara Prancis dan Irak di Lincoln Financial Field, Philadelphia, ditunda selama 78 menit akibat badai petir yang melanda area stadion pada menit ke-34. Saat itu, Prancis sedang memimpin 3-0 melalui gol Kylian Mbappé (menit ke-12), Antoine Griezmann (menit ke-21), dan Olivier Giroud (menit ke-32).

Wasit utama, Alireza Faghani, mengambil keputusan mengikuti protokol keselamatan FIFA untuk cuaca ekstrem: semua pemain dan staf teknis dibawa ke ruang perlindungan bawah tanah, sementara penonton diarahkan ke area tertutup atau tempat perlindungan terdekat. Tidak ada laporan cedera atau kerusakan struktur stadion.

Pertandingan dilanjutkan kembali pada pukul 20.42 waktu setempat dan berakhir dengan skor akhir 3-0 — kemenangan penuh bagi Prancis. Kejadian ini menyerupai insiden serupa di Piala Dunia 2014 di Brasília, ketika pertandingan Kolombia melawan Pantai Gading ditunda selama 42 menit akibat hujan lebat dan kilat.

Klasemen Grup & Pertanyaan Taktis untuk Argentina

Kemenangan 3-0 atas Irak membawa Prancis ke puncak Klasemen Grup D dengan enam poin penuh — satu kemenangan lagi akan memastikan kelolosan ke babak gugur. Argentina berada di posisi kedua dengan empat poin, setelah kemenangan 3-1 atas Arab Saudi dan 2-0 atas Meksiko.

Namun, dominasi Messi menimbulkan pertanyaan strategis: apakah skuad Argentina benar-benar seimbang? Pelatih Lionel Scaloni belum dapat menghasilkan kontribusi gol yang konsisten dari pemain lain. Lautaro Martínez bermain 182 menit tanpa mencetak gol; Ángel Di María hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam kedua pertandingan. Panel *World Cup Daily* mencatat bahwa Polandia — lawan Argentina di pertandingan ketiga — telah mempertahankan tiga kali kontribusi gol dalam empat pertandingan terakhir mereka di panggung internasional.

Sementara itu, Prancis akan menghadapi Denmark di pertandingan terakhir grup — tim yang baru saja menang 4-1 atas Australia dan menunjukkan ketajaman serangan dari berbagai sudut.

Cuaca, Jadwal & Tekanan Fisik di Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 merupakan turnamen pertama yang diadakan di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Variasi iklim menjadi tantangan nyata — dari suhu tinggi di Phoenix hingga hujan lebat di Seattle, dan badai petir di Philadelphia. Bulan Juni di kota itu rata-rata mencatat 11 hari badai per bulan, dengan kemungkinan kilat mencapai 68% pada sore hari.

Pihak penyelenggara telah memasang sistem deteksi kilat otomatis di semua stadion AS, dan setiap venue wajib memiliki prosedur evakuasi dalam waktu kurang dari 90 detik. Namun, gangguan cuaca tetap berpotensi mengganggu jadwal padat: tim seperti Prancis dan Argentina akan bermain tiga pertandingan dalam sembilan hari — periode istirahat terpendek antar pertandingan adalah 62 jam.

Panel *World Cup Daily* menekankan bahwa manajemen beban kerja pemain kunci — terutama Messi dan Mbappé — kini menjadi faktor penentu tidak hanya untuk fase grup, tetapi juga untuk kelangsungan kampanye hingga akhir. Brasil, Jerman, dan Inggris juga berada dalam grup yang ketat; tidak ada tim yang bisa menganggap kemenangan sebagai hal yang remeh.