TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🏛️ Politik

Pembunuhan Politik Semakin Merajalela Menjelang Pemilu di Afrika Selatan

Pembunuhan politik semakin meningkat di Afrika Selatan menjelang pemilu mendatang, dengan dua anggota dewan lokal ditembak mati dalam kejadian terpisah. Analis politik dan lembaga pemerintah setempat menuntut tindakan tegas untuk menghentikan kekerasan yang mengancam demokrasi.

23 Jun 20263 minit baca6 tontonanWeb Editor
Pembunuhan Politik Semakin Merajalela Menjelang Pemilu di Afrika Selatan

Imej: Foto: enca.com (Sumber Asal)

Pembunuhan Politik Semakin Merajalela Menjelang Pemilu di Afrika Selatan

GQEBERHA – Pembunuhan politik semakin menjadi kebiasaan menjelang pemilu di Afrika Selatan. Menurut analis politik Prof Ntsikelelo Breakfast, fenomena ini terjadi karena pemerintah daerah telah menjadi pusat pengumpulan harta dan kekayaan.

"Pemerintah daerah selalu dianggap sebagai medan yang memberi akses kepada sumber ekonomi," kata Breakfast. Ia menambahkan bahwa selama musim pemilu, mereka yang merasa terancam oleh pesaing mungkin bertindak keras untuk mengirimkan pesan agar orang lain "mundur."

"Tujuannya adalah agar mereka dapat mengakses dewan kota untuk tujuan pengumpulan kekayaan," katanya lagi.

Kejadian Terkini

Sicelo Mleve, anggota dewan warga dari Zwide di Gqeberha, ditembak mati oleh seorang pria tak dikenal saat mengadakan pertemuan komunitas. Menurut polisi, dua pria bersenjata menyusup ke pertemuan tersebut, mengancam sekitar 10 orang dengan senjata, dan mencuri ponsel mereka. Seorang tersangka kemudian menembak anggota dewan berusia 45 tahun itu beberapa kali sebelum kabur.

Motif pembunuhan masih tidak diketahui dan polisi sedang melakukan pencarian terhadap tersangka. Wali Kota Eksekutif Nelson Mandela Bay, Babalwa Lobishe, menyampaikan rasa kaget dan sedih atas kematian Mleve. Lobishe menyebut pembunuhan itu sebagai tindakan sia-sia yang mengambil seorang pegawai pemerintah yang berdedikasi dari komunitas.

Di Dunoon, Cape Barat, Sinovuyo Dyokwe ditembak mati ketika pulang ke rumah setelah menghadiri kampanye pendaftaran pemilih akhir pekan lalu. Diperkirakan pembunuhannya disengaja karena ia telah menerima ancaman sebelum kematiannya. Seorang pemimpin SANCO, juga dari Dunoon, juga dibunuh pada hari yang sama.

Partai Democratic Alliance (DA) menawarkan hadiah sebesar R50.000 untuk informasi yang membawa kepada penangkapan dan pemidanaan pelaku.

Di Gauteng, dua orang yang memiliki kaitan dengan sebuah partai politik ditemukan tewas dibunuh di West Rand.

Seruan Tindakan

Asosiasi Pemerintah Daerah Afrika Selatan (SALGA) meminta langkah lebih tegas untuk menghentikan pembunuhan politik menjelang pemilu November. "Sayangnya, kejadian ini tidak terisolasi," kata juru bicara SALGA, Motalatale Modiba. "Ini bagian dari pola kekerasan yang semakin mengkhawatirkan dan sering mencapai puncaknya sekitar musim pemilu."

Menurut Modiba, kekerasan politik menggugat dasar-dasar demokrasi Afrika Selatan. "Ini menciptakan ketakutan, menghalangi rakyat untuk bekerja di jabatan pemerintahan, dan merusak integritas proses pemilu," katanya.

SALGA menegaskan bahwa pembunuhan politik harus dianggap sebagai kejahatan prioritas dan penuntutan perlu dipercepat. Penyelidikan terhadap kasus pembunuhan masih berlangsung.

Dampak terhadap Demokrasi

Pembunuhan politik bukanlah hal baru di Afrika Selatan, tetapi peningkatan kasus sebelum pemilu menimbulkan kekhawatiran serius. Para analis berpendapat bahwa tindakan kekerasan ini tidak hanya mengambil nyawa tetapi juga merusak kepercayaan rakyat terhadap proses demokrasi.

"Ketika kandidat atau pemimpin komunitas dibunuh, itu mengirimkan pesan bahwa kekerasan bisa digunakan untuk memengaruhi hasil pemilu," kata Breakfast. "Ini adalah ancaman langsung terhadap demokrasi yang sehat."

Ia meminta pihak berwenang untuk segera bertindak, termasuk meningkatkan keamanan kandidat dan mempercepat penyelidikan. "Jika tidak ditangani, rasa takut akan membuat banyak orang enggan menjadi kandidat, dan itu akan merusak demokrasi kita."

Sementara itu, masyarakat setempat terus berkabung. Warga Zwide mengadakan demonstrasi damai menuntut keadilan untuk Mleve. "Kami kehilangan seorang pemimpin yang baik," kata seorang penduduk. "Kami ingin polisi bertindak segera."

Keadaan ini menambah tekanan terhadap pemerintahan ANC yang sudah menghadapi kritik terkait tingkat kejahatan dan kekerasan politik. Pemilu lokal yang dijadwalkan pada November akan menjadi ujian penting bagi komitmen pemerintah untuk menangani isu ini.

---

*Sumber asli: [enca.com](https://www.enca.com/opinion-videos/political-killings-under-spotlight-ahead-upcoming-elections)*