VidDaCom Buka Laman Mud Cair Tempatan Pertama di Brunei
Kawasan Industri Sungai Liang, Brunei โ VidDaCom, perusahaan layanan minyak dan gas lokal, akan menjadi pengelola pertama laman mud cair (LMP) di Brunei. Fasilitas ini dirancang khusus untuk mendukung operasi hulu minyak dan gas negara, menandai langkah strategis dalam upaya memperkuat kapasitas industri domestik.
Kapasitas dan Peran Strategis Mud Cair
LMP ini dilengkapi tangki berkapasitas 23.000 barel, mampu menghasilkan berbagai jenis mud cair โ larutan khusus yang digunakan selama pengeboran untuk mengontrol tekanan formasi, menstabilkan lubang bor, mengangkut serpihan batuan, dan melindungi alat pengeboran dari panas berlebihan. Kehadirannya memungkinkan Brunei mengurangi ketergantungan terhadap pasokan mud cair dari luar negeri, menjadikan operasi hulu lebih efisien, terkendali, dan hemat biaya.
Jadwal Pelaksanaan dan Kerja Sama Institusi
Pembangunan LMP dijadwalkan mulai dalam beberapa minggu ke depan, dengan target operasi penuh pada tahun depan. Proyek ini melibatkan kerja sama antara VidDaCom, Kementerian Energi dan Perindustrian, Jabatan Perkhidmatan Minyak dan Gas, serta lembaga pengatur terkait. Rencana teknis dan izin hukum telah diselesaikan secara paralel untuk mempercepat pelaksanaan.
Dampak terhadap Ekonomi dan Tenaga Kerja Lokal
Fasilitas ini diharapkan menciptakan peluang kerja langsung dan tidak langsung โ termasuk dalam manajemen operasi, logistik, pemeliharaan, dan layanan pendukung. Ia juga menjadi platform untuk pengembangan keterampilan teknis lokal, khususnya dalam formulasi mud cair, uji laboratorium, dan manajemen kualitas bahan. Pihak berwenang menyatakan bahwa proyek ini sejalan dengan agenda *Brunei Vision 2035* dalam memperkuat ekonomi berbasis pengetahuan dan nilai tambah tinggi.
Teknologi dan Standar Global
Desain dan sistem pengelolaan LMP mengadopsi teknologi terbaru dari mitra internasional yang berpengalaman di sektor mud cair. Semua proses mematuhi standar API RP 13B dan ISO 13500, serta diverifikasi oleh lembaga pengatur lokal sebelum operasi. Transfer teknologi dilakukan melalui pelatihan bersertifikat dan partisipasi insinyur lokal dalam fase uji coba.
Dengan LMP ini, Brunei bukan hanya meningkatkan otonomi logistik industri hulu โ tetapi juga meletakkan dasar bagi pengembangan ekosistem layanan minyak dan gas lokal yang lebih kompetitif dan tahan lama.