TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🌍 Dunia

Apakah G7 Mendengar Suara Selatan Global?

Tensi geopolitik semakin jelas dengan persaingan pengaruh antara G7, BRICS dan kekuatan-kekuatan baru dalam tatanan dunia yang berubah — suatu realitas yang secara langsung memengaruhi rakyat Palestina dan negara-negara Selatan Global.

18 Jun 20262 minit baca11 tontonanOleh Redaksi MeridianAl Jazeera
Apakah G7 Mendengar Suara Selatan Global?

Persaingan Kuasa di Tengah Krisis Global

Dalam konteks ketidakseimbangan kuasa global yang semakin dalam, kelompok G7 — yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris Raya, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Kanada — kini menghadapi tantangan serius dari blok-blok alternatif seperti BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan) serta negara-negara berkembang lainnya. Seperti dilaporkan Al Jazeera dalam serial dokumenter *Counting the Cost*, dinamika ini bukan hanya soal ekonomi atau diplomasi, tetapi juga soal representasi: siapa yang memiliki suara dalam menentukan kebijakan global yang memengaruhi kehidupan jutaan rakyat di Selatan Global.

Suara Palestina dalam Ruang yang Terpinggirkan

Bagi rakyat Palestina, ketiadaan perwakilan dalam forum G7 — dan ketidakmampuan untuk menyampaikan naratif mereka secara langsung dalam institusi utama — mencerminkan ketidakadilan struktural dalam sistem internasional. Meskipun isu pendudukan, blokade Gaza dan pelanggaran hak asasi manusia secara terus-menerus menjadi fokus laporan PBB dan organisasi hak asasi, respons G7 sering bersifat selektif dan tidak sejalan dengan prinsip hukum internasional. Sebaliknya, kerja sama BRICS dan inisiatif seperti New Development Bank membuka ruang alternatif bagi dukungan teknis dan diplomatik kepada negara-negara yang terpinggirkan.

Tatanan Dunia Baru: Harapan dan Tantangan

Perkembangan terbaru seperti keanggotaan penuh Ethiopia, Iran, Arab Saudi dan Mesir dalam BRICS menunjukkan pergeseran kekuasaan yang tak terhindarkan. Namun, bagi rakyat Palestina, harapan bukan hanya pada perubahan institusi, tetapi pada solidaritas praktis: dukungan suara di PBB, tekanan diplomatik terhadap pelanggaran hukum internasional, dan akses ke mekanisme bantuan tanpa syarat politik. Seperti ditegaskan dalam analisis Al Jazeera, 'mendengar' tidak cukup — yang diperlukan adalah tindakan berprinsip yang menghormati kedaulatan, hak menentukan nasib sendiri dan keadilan sejarah.