Acara ini bukan sekadar pawai kendaraan. Ia adalah ekspresi nyata semangat persaudaraan lintas batas — sebuah inisiatif yang lahir dari cinta terhadap merek, keindahan jalan raya, dan senyuman yang tidak perlu diterjemahkan.
Dari Kota Kinabalu ke Brunei: Perjalanan yang Dimulai dengan Senyuman
Konvoi 10.000 sMILEs diluncurkan oleh Proton Malaysia sebagai platform wisata darat berbasis komunitas. Temanya — *"Bagi Senyum Bah, Senyum Sikit Mok Nangga"* — menggambarkan sikap santai dan hangat peserta: tersenyum bukan karena sampai, tapi karena menikmati setiap kilometer.Perjalanan dimulai dari Kota Kinabalu pada 16 Mei 2026. Lebih dari 100 pemilik Proton dari berbagai usia dan latar belakang ikut serta — ada keluarga, pasangan, klub mobil, dan individu sendirian. Mereka melewati jalan-jalan pedalaman Sabah, perbatasan Sungai Pandaruan, dan akhirnya memasuki Brunei dengan dokumen pajak jalan dan paspor yang lengkap.
PAD Motors Menyambut Konvoi di Pusat Otomotif Terkini
Kedatangan konvoi disambut secara resmi di fasilitas ECON Motors 3S — pusat penjualan, servis, dan suku cadang internasional milik PAD Motors. Lokasi ini dipilih bukan hanya untuk kenyamanan teknis, tetapi sebagai simbol komitmen merek terhadap kualitas dan komunitas."Proton bukan hanya mobil. Ia alat penyatu — antara keluarga, antara negara, antara generasi," kata perwakilan PAD Motors dalam pidato pembuka. Acara juga dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata Brunei, jurnalis lokal, dan ratusan penggemar Proton yang datang sejak pagi.
Ekonomi & Silaturahim: Dua Hasil Nyata dari Satu Konvoi
Peserta konvoi menginap di hotel-hotel di Bandar Seri Begawan dan Tutong selama tiga hari. Pesanan makan malam di restoran tradisional, pembelian oleh-oleh di pasar malam, dan sewa pemandu lokal memberi suntikan langsung kepada pelaku usaha kecil.Secara sosial, acara ini menciptakan momen langka: pemilik Proton Brunei dan Malaysia berdiskusi tentang modifikasi mesin di tepi kolam Taman Tasek Lama, atau berfoto bersama di depan Jame’ Asr Hassanil Bolkiah — bukan sebagai warga asing, tetapi sebagai rekan perjalanan.
Meriah Tanpa Hiruk-Pikuk: Budaya Penyambutan Brunei
Penyambutan di ECON Motors 3S berlangsung dengan irama khas — tenang tapi penuh makna. Tidak ada megafon berlebihan. Cukup pertunjukan rebana tradisional, sesi undian berhadiah suku cadang Proton asli, dan hidangan ringan dengan rempah khas Brunei.Satu sudut pameran menarik perhatian: tiga unit Proton klasik — Saga Iswara 1995, Wira 1.5 GLi 1998, dan Perdana V6 2001 — dipadankan dengan model terbaru seperti Proton S70 dan e.MAS EV. Perbandingan visual ini bukan sekadar nostalgia — ia menunjukkan evolusi merek yang masih relevan di hati rakyat.
Bukan Tentang Jarak, Tapi Tentang Koneksi
Konvoi ini mengingatkan kita: 10.000 mil bukan angka — itu adalah 10.000 kali senyuman yang ditukar, 10.000 kali tangan yang diulurkan, 10.000 kali "Apa kabar?" yang diucapkan dalam logat berbeda.
PAD Motors telah memastikan bahwa program ini akan diulang setiap tahun — dengan rute yang bisa berubah: Brunei ke Sarawak, atau Brunei ke Labuan. Tujuannya jelas: menjadikan Proton bukan hanya pilihan mobil, tapi pilihan *perjalanan bersama*.
Meskipun tidak ada kemenangan resmi atau trofi, konvoi ini meninggalkan jejak nyata — di jalan raya, di hati peserta, dan di catatan hubungan regional yang semakin kuat.