TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข ๐Ÿ“– Hari Ini Dalam Sejarah Dunia โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐ŸŒ Dunia

Konvoi 10.000 sMILEs Proton memecah batas: dari Kota Kinabalu ke Bandar Seri Begawan dengan senyuman

PAD Motors, agen resmi Proton di Brunei, menyambut konvoi lintas batas 10.000 sMILEs yang tiba dari Sabah pada 16 Mei โ€” acara kolaboratif dengan Visit Malaysia Year 2026 untuk mempromosikan pariwisata, budaya, dan persahabatan. Acara penyambutan di Pusat 3S ECON Motors menampilkan interaksi komunitas, pameran model terbaru, dan inisiatif lingkungan.

21 Jun 20264 minit baca28 tontonanOleh Nurul IzzatiThe Scoop
PositifDisemak silang 2 model ยท 72
Baca 30 saat
  • โ€ขKonvoi 10,000 sMILEs Proton melintasi sempadan Brunei-Malaysia
  • โ€ขMajlis sambutan di Pusat 3S ECON Motors, Bandar Seri Begawan
  • โ€ขKonvoi ini diadakan dalam rangka Visit Malaysia Year 2026
Konvoi 10.000 sMILEs Proton memecah batas: dari Kota Kinabalu ke Bandar Seri Begawan dengan senyuman

Imej: Imej: Bernard Spragg (CC0) via Openverse

Konvoi masuk Brunei: 16 Mei, siang hari, di Sipitang dan Bandar Seri Begawan

Pada siang hari 16 Mei, deretan kendaraan Proton berwarna-warni melintasi perbatasan Brunei-Malaysia di Sipitang, disambut tepuk tangan antusias dan pengibaran bendera di Pusat 3S ECON Motors, Bandar Seri Begawan. Konvoi 10.000 sMILEs bukan hanya pawai biasaโ€”ia adalah manifestasi persahabatan antara dua negara tetangga. Lebih dari 20 unit Proton, mulai dari Saga hingga X70, dikemudikan oleh pemilik mobil, perwakilan komunitas otomotif, dan selebritas media sosial Malaysia. Mereka menempuh lebih dari 180 kilometer dari Kota Kinabalu, melewati jalur darat yang menghubungkan Sabah dengan Brunei-Muara.

Acara penyambutan diadakan oleh PAD Motors, agen resmi Proton di Brunei. Tamu kehormatan termasuk pejabat tinggi Kementerian Perhubungan dan Infokomunikasi Brunei, perwakilan Kedutaan Malaysia di Bandar Seri Begawan, serta ratusan penggemar setia merek tersebut. Media lokal hadir dalam acara yang menggabungkan industri otomotif dengan diplomasi rakyat. Tema acara โ€” "Bagi Senyum Bah, Senyum Sikit Mok Nangga" โ€” frasa dalam dialek Sabah yang berarti "beri senyum, cukup sedikit saja", menjadi benang merah seluruh perjalanan.

Mengapa Brunei menjadi fokus utama?

Konvoi ini diadakan dalam rangka Visit Malaysia Year 2026, kampanye pariwisata nasional yang menargetkan 35 juta wisatawan internasional. Brunei berperan sebagai pintu masuk strategis ke wilayah Borneo Malaysia. Acara ini tidak hanya memperkenalkan destinasi pariwisata lintas batas, tetapi juga menunjukkan potensi kerja sama praktis: peserta singgah di Taman Mahkota Jubli Emas dan Masjid Omar Ali Saifuddien, berinteraksi dengan penduduk setempat, dan mendokumentasikan pengalaman secara langsung.

Dari sudut ekonomi, kehadiran rombongan memberi dampak langsung pada sektor lokal. Peserta menginap di hotel kota, makan di restoran lokal, dan membeli cinderamata. PAD Motors memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan jaringan layanan 3S (Penjualan, Layanan, Suku Cadang) kepada pelanggan baru. Menurut pernyataan resmi PAD Motors, sambutan luar biasa terhadap konvoi membuktikan bahwa Proton telah melebihi fungsi sebagai merek mobil โ€” ia menjadi bagian dari identitas budaya harian rakyat Brunei.

Dampak nyata terhadap komunitas dan ekonomi

Bagi rakyat Brunei, konvoi ini membuka ruang pertemuan langsung dengan budaya otomotif Malaysia. Banyak penggemar datang ke ECON Motors untuk melihat Proton X50 dan X90 yang dipamerkan khusus untuk acara ini. Mereka berbincang, bertukar cerita, dan pengalaman berkendara dengan peserta dari Sabah โ€” hubungan yang jarang terjadi dalam konteks formal. Di media sosial, foto dan video momen ini menyebar luas, memperkuat citra Brunei sebagai destinasi yang ramah dan terbuka.

Secara ekonomi jangka pendek, kehadiran sekitar 50 peserta konvoi meningkatkan aktivitas bisnis kecil: toko cinderamata di pusat kota mencatat peningkatan penjualan; stasiun bensin di sepanjang jalur konvoi melaporkan lonjakan permintaan; dan restoran lokal menerima lebih banyak pelanggan. Namun, nilai jangka panjang lebih signifikan: acara ini menjadi contoh kerja sama lintas batas yang dapat diperluas โ€” sejalan dengan upaya Brunei memperkuat pariwisata sebagai salah satu pilar diversifikasi ekonomi.

Senyuman bukan slogan โ€” itu tindakan

Tema "Bagi Senyum Bah, Senyum Sikit Mok Nangga" diwujudkan melalui tindakan nyata. Peserta membagikan cinderamata kepada siswa sekolah dasar di Temburong dan Brunei-Muara, sambil menjalankan kegiatan mewarnai dan kuis keselamatan jalan raya. Sebagian peserta memakai pakaian tradisional Kadazan dan Melayu Brunei โ€” simbol persatuan dalam keragaman budaya.

PAD Motors juga meluncurkan program "Senyum untuk Alam": menanam 100 pohon sepanjang jalur konvoi untuk mengimbangi jejak karbon. Inisiatif ini mendapat dukungan aktif dari kelompok lingkungan setempat, yang menilainya sebagai komitmen autentik terhadap keberlanjutan. Gabungan budaya, komunitas, dan tanggung jawab lingkungan menjadikan konvoi ini lebih dari sekadar pawai mobil โ€” ia gerakan sosial yang menyatukan hati di kedua sisi perbatasan.

Apa yang akan terjadi selanjutnya untuk Proton di Brunei?

Keberhasilan konvoi membuka ruang untuk kerja sama yang lebih luas. PAD Motors merencanakan konvoi tahunan skala lebih besar, dengan potensi melibatkan peserta dari Indonesia dan Filipina. Brunei bisa menjadi tuan rumah bersama dalam inisiatif regional, sekaligus mempromosikan produk otomotif lokal dan menarik investasi dari Malaysia.

Dalam pidatonya, perwakilan PAD Motors menyatakan harapan agar acara ini menjadi bagian dari perayaan resmi Hari Kebangsaan Brunei dan Hari Malaysia. Bagi rakyat biasa, konvoi ini mengingatkan satu hal penting: hubungan Brunei-Malaysia bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga ikatan akar umbi. Ketika dua negara tetangga, senyuman dan tawa di sepanjang jalan raya adalah bukti paling nyata bahwa silaturahim tetap kuat โ€” tanpa perlu kata-kata formal atau dokumen diplomatik.